Skip to main content

Rangkong


25 September 2021

"Aku tuh kalo di instagram, selalu utamain buka story kamu loh, Va. Pokoknya selalu cari tuh yang foto profilnya gambar burung." ucap Kak Vira.

"Ahahah iya, itu burung rangkong. Aku tuh suka banget tau Kak sama burung rangkong. Bahkan, aku mau punya suami yang kayak burung rangkong." jawab ku.

"Burung rangkong tuh dari Indonesia?"

"Iya, dari Kalimantan, Kak. Tau gak kenapa aku suka burung rangkong?"

"Kenapa?"

"Karena burung rangkong tuh setia. Burung rangkong itu monogami, hanya punya satu pasangan seumur hidupnya. Kalau salah satu dari pasangannya mati duluan, pasangan lainnya akan stres, nafsu makan dan semangat hidupnya menurun, sampai dia menyusul mati juga, Kak. Itu yang jadi alasan status burung rangkong saat ini kritis, dan satu langkah lagi menuju kepunahan. Burung rangkong jantan juga sosok yang sangat bertanggungjawab, kalau betina sedang mengerami telur dan mengurus anak-anaknya di sarang, burung rangkong jantan yang memenuhi tanggungjawab untuk mencari makan lalu mengantar makanan ke sarang, menyuapi betina dan anak-anaknya lewat lubang kecil yang mereka buat, hingga menjaga sarang dari para predator. Nah, aku juga mau punya pasangan yang kayak burung rangkong, yang setia dan bertanggungjawab." jelas ku.

***

Mungkin itu yang bisa aku ceritakan dari hari ini, sepenggal cerita tentang burung rangkong, burung yang sangat aku sukai. Burung yang karakternya sangat aku kagumi, dan bahkan aku berharap, semoga pasangan ku kelak adalah seseorang yang memiliki kesetiaan dan tanggungjawab seperti yang dimiliki burung rangkong. Ya, walaupun aku adalah sesosok burung kolibri.

Comments

Popular posts from this blog

Pertemuan Riva dan Rifki

Gunung Merbabu dengan pemandangan Gunung Merapi, 2022 dokumen milik pribadi Pertemuan pertama terjadi saat di perjalanan menuju puncak Gunung Merbabu di waktu subuh. Kami adalah pendaki asing yang tidak mengenal satu sama lain, namun karena hati baiknya, kita bisa saling mengenal, bahkan hingga sekarang. Saat itu kondisi trek menuju puncak Gunung Merbabu cukup licin, karena habis diguyur hujan besar semalaman, dan aku berdua dengan sepupuku tertinggal teman yang lain. "Duluan aja, Mas, kita jalannya lama." "Gapapa, Mba, jalan aja, di belakang udah gak ada pendaki lagi soalnya, masih jauh jaraknya ke pendaki yang lain." Dan setelah aku tengok ke belakang, memang iya, saat itu tersisa kami bertiga, jarak kami jauh dengan pendaki yang di depan, juga pendaki yang di belakang kami. Lalu aku dan si Mas baik ini saling melempar pertanyaan basic ala pendaki yang bertemu di perjalanan.  "Ikut open trip tigadewa, Mas?" "Iya, Mba. Mbanya juga tigadewa?" ...

Me vs My Mind

Memutuskan untuk menjalani hubungan dengan seseorang, berarti juga harus siap dengan segala perubahan sekecil apapun di dalam kehidupan. Aku, yang baru memulai hubungan di umur 24 tahun, masih terus beradaptasi sampai di bulan kesembilan hubungan. Belajar beradaptasi dengan diri sendiri, juga pasangan. Rasanya? Yaa, ternyata cukup membutuhkan energi yang besar. Masih bertanya-tanya, kenapa ya orang lain sanggup untuk memulai hubungan dengan lawan jenis bahkan sejak dari bangku sekolah? Kenapa kok setelah mereka mengakhiri hubungan, mereka bisa dengan mudahnya memulai hubungan kembali dengan orang yang baru? Gimana prosesnya? Dan sesulit apa? Menurutku memutuskan untuk memulai suatu hubungan perlu dipikirkan dengan matang-matang, dan di usia yang matang pula. Setiap hubungan pasti ada dinamika tersendiri; naik-turunnya perasaan, masalah kecil yang muncul silih berganti, timbulnya perasaan 'si paling' dalam hubungan, kurangnya timbal balik, belajar mengerti satu sama lain, melati...

Couldn't Ask For a Better Person

Pertemuan pertama setelah pendakian Gunung Merbabu; Juni 2022 Kiranya sudah satu tahun hubungan ini mengalir dan berlalu bersama ribuan cerita baik yang berkesan hingga hari ini. Hubungan yang aku jalani bersama lelakiku yang baik hatinya dan bijak pikirannya.   Setelah bertemu kamu, narasi doa ku kepada Sang Pencipta menjadi berbeda. Bukan lagi aku yang secara rinci menyebutkan kriteria pasangan keinginanku satu persatu yang menuntut banyak hal di dalamnya. Doaku kali ini hanya satu; meminta untuk semakin diyakinkan tanpa ragu, bahwa aku akan memilih kamu menjadi pasangan hidupku, hingga akhir hayatku. -- Satu tahun yang cukup mudah dan juga lelah untuk kami yang baru pertama kali menjalani suatu hubungan. Memang tidak dipungkiri bahwa hubungan ini memiliki komunikasi yang baik. Aku bisa dengan santai bercerita apapun hingga membicarakan hal-hal yang membuat hatiku tidak nyaman karenanya, dan yang terpenting ia bisa mengatasi segala kekhawatiran yang ada di dalam pikiranku. Sering...